skip to main |
skip to sidebar
Kematian
memang di tangan Allah. Maka ada satu hal yang bisa membuat kematian menjadi
sesuatu yang bisa ditunda, yaitu kemauan
bersedekah, kemauan berbagi dan peduli.
SUATU
hari, Malaikat Kematian mendatangi Nabiyallah Ibrahim, dan bertanya, “Siapa
anak muda yang tadi mendatangimu wahai Ibrahim?”
“Yang anak muda tadi maksudnya?” tanya Ibrahim. “Itu sahabat sekaligus muridku.”
“Ada apa dia datang menemuimu?”
“Dia menyampaikan bahwa dia akan melangsungkan pernikahannya besok pagi.”
“Wahai Ibrahim, sayang sekali,
Dikisahkan, pada zaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam ada seorang pemuda bernama ‘Alqamah. Ia seorang yang menghabiskan
waktunya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala; mengerjakan sholat, shiam, dan
bersedekah. Suatu hari ia sakit dan semakin hari semakin parah. Istrinya pun
menyuruh seseorang menghadap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk
menyampaikan, “Suamiku, Alqamah sedang saekarat. Dengan ini aku bermaksud
mengabarkan keadaannya kepadamu, wahai Rasulallah.”
Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengutus ‘Ammar, Shuhaib dan Bilal.
Beliau bersabda, “Berangkatlah kalian, dan talqinkanlah ia dengan kalimat
syahadat.” Mereka bertiga berangkat dan memasuki rumahnya. Mereka mendapati
‘Alqamah sedang sekarat sehingga dengan segera mereka mentalqinnya dengan
ucapan ‘Laa ilaaha illalLah’. Namun lidah ‘Alqamah kelu, tak mampu mengucapkan
kalimat syahadat. Sahabat bertiga menyuruh seseorang menemui Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengabarkan bahwa ‘Alqamah tidak mampu
mengucapkan kalimat syahadat. Usai dibacakan,